Guru, Pemuka Agama Harus Siap Menjadi Tauladan (baik)

guru+animasigusmusarshin wirathu

Oleh: Ahmad Lizamuddin*

Beberapa hari lalu ada peristiwa yang gencar menjadi sorotan media di negeri ini yaitu muktamar NU ke 33. Dari serangkaian agenda dari hajatan tersebut ada sebuah momen yang sangat menyentuh ketika seorang guru mampu menenangkan muktamirin yang ricuh. Beliau adalah gus mus. Dengan kharismatiknya dan nasihatnya mampu menyentuh banyak orang. Tidak salah jika banyak yang mengapresiasi apa yang beliau lakukan.

Sosok gusmus, mampu mempraktikkan kedudukannya sebagai guru sekaligus pemimpin. Sudah tidak diragukan lagi jam terbangnya untuk mendidik santri, hingga mendidik ummat yang rutin beliau lakukan dengan sangat baik dalam balutan mauidhoh hasanah. Selain itu, beliau mempraktikkan bagaimana seorang pemimpin harus bertindak. Pemimpin yang baik tidak akan haus jabatan. Hal ini dapat dilihat ketika beliu bersedia mundur walau secara sah beliau terpilih sebagai rais ‘am demi kepentingan ummat.

Beralih kenegeri tetangga Myanmar, ada juga peristiwa hampir mirip tentang sosok pemuka agama dan apa yang telah dilakukannya. Ceramahnya tersebar melalui rekaman Video berisi tentang kekerasan terhadap manusia dan antar ras, serta antar agama. Banyak orang terprovokasi dari apa yang telah disampaikannya. Beliau adalah seorang budha extremist Arshin Wirantu yang memimpin gerakan extremist ultra nationalis.

sebelumnya, wirathu pernah menghabiskan Sembilan tahun di penjara pada tahun 2003 karena ceramah yang berisi hasutan hingga menimbulkan konflik agama.

Apa yang telah dilakukannya juga menjadi salah satu penyebab terjadinya pengusiran, tindakan kekerasan, dan penindasan terhadap warga etnis Rohinya. Sebagaimana yang diketahui bersama, warga rohingya ramai-ramai secara bergelombang meninggalkan Myanmar untuk menyelamatkan diri ke berbagai negara termasuk ke Indonesia.

Dari pemaparan singkat tentang dua profil sosok diatas memang memilki perbedaan apa yang telah dilakukannya. Namun, kedua tokoh tersebut memiliki persamaan yaitu mereka sama-sama seorang guru sekaligus pemimpin ummat.

Peran seorang guru sangat penting sekali dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat mengenal sebagai seeorang yang layak digugu dan ditiru sudah sewajibnya para guru menyampaikan hal-hal yang baik. Semua orang percaya apapun jenis agamanya diantara ajarannya berisi tentang kebaikan dan perdamaian. Mengutip dari seorang kyai muda dari bojonegoro, KH. Anwar Zahid, beliau berkata “banyak orang yang pandai memberikan mauidhoh hasanah tapi jarang yang bisa memberikan uswatun hasanah.”

Jadi, kita semua berharap, para guru dan pemuka agama di dunia ini tidak hanya piawai dalam menyampaikan ceramahnya, tetapi juga mampu menjadi tauladan bagi muridnya dan ummatnya.

*) penulis adalah seorang pemerhati pendidikan khususnya pendidikan dalam situasi-situasi darurat

Advertisements

About ahmadlizam

I'm from menco, wedung, demak.... I like something new and challenging.....
This entry was posted in My Opinion, Opini saya and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s