Perjalanan sang pengabdi 4 (Hotel Bulan Bintang)

Ah, perahu menuju sungai bulan sudah berangkat. Tiada harapan lagi bisa tiba sungai bulan hari ini. Iya, perahu menuju sungai bulan memang hanya ada sekali dalam sehari. Perahu ini memiliki jadawal berangkat jam 10an.

Biarlah, saat ini ku musti ke masjid terlebih dahulu untuk solat dzuhur serta merebahkan badan yang lelah ini. Sesampai masjid, segera ku taruh barang bawaanku di tempat yang ku kira aman. Sebuah koper ukuran besar ukuran 25”, tas punggung berisi laptop, dan tas jinjing (carry-on bag). Aku tidak mau kecolongan kedua kalinya seperti di pontianak. Air wudhu pun segera ku ambil setelah memastikan semuanya aman. Memang keadaan disana saat itu sedang tidak ada orang. Tapi apa salahnya berhati-hati.

Sholat serta ritual setelahnyapun selesai telah ku laksanakan. Terbesit pikiran dimana aku menginap malam ini, menanti hari esok untuk perjalanan menuju sungai bulan. Ah, masa bodoh.. yang penting istirahat terlebih dahulu. Aku cukup bisa tidur siang nyenyak saat itu. Hal ini mungkin dikarenakan rasa lelahku yang luar biasa setelah perjalanan jauh.

**

Tak terasa waktu semakin sore, mataharipun mulai terbenam sebagai tanda mulai datangnya malam. Adzan maghribpun mulai dikumandangkan. Ku ikuti semua aktifitas di masjid pada malam itu. Banyak orang yang berkenalan denganku serta ku perkenalkan diriku dan tujuanku kesini. Banyak diantara mereka juga menawarkan singgah kerumahnya dan menginap disana tapi, tak seorangpun ku iyakan ajakannya. Rasa pekiwuh dan malu masih melekat pada saat itu. Tidak lupa ku memohon izin pula untuk menginap disana malam itu.

Ketika waktu menunjukkan pukul 20.15an, aku ingat betul saat itu perutku protes besar-besaran menuntut haknya. Ku coba keluar masjid untuk mencari warung makan terdekat dan berharap harganya cocok dengan duit yang tersisa dikantongku.

Setelah sekitar 5 menit an mencari, tak satupun ku temui. Letak antar rumah berjauhan sehingga aku tidak bisa melanjutkan ikhtiar untuk mencari warung. Aku khawatir akan barang bawaanku yang ku tinggalkan di masjid tanpa ada yang menjaga. Ah, balik sajalah..

Saat perjalanan balik menuju masjid yang tinggal beberapa langkah lagi, ada seorang ibu memanggil “dari mana bang?”

“dari cari warung makan bu”.

“tidak ada warung makan didekat sini bang”. Jawab perempuan paruh baya tersebut berdiri didepan rumahnya.

“belum makan ya?” Tanya si ibu

“belum bu”. Jawabku jujur

“sini bang, mampir makan disini saja”. Si ibu menawarkan.

“baik bu, terima kasih sebelumnya”. Terimaku tanpa malu

Sungai Bulan, 26 November 2013

Advertisements

About ahmadlizam

I'm from menco, wedung, demak.... I like something new and challenging.....
This entry was posted in Kubu Raya, SGI (Sekolah Guru Indonesia). Bookmark the permalink.

One Response to Perjalanan sang pengabdi 4 (Hotel Bulan Bintang)

  1. Anita Deckha says:

    jadi ingat judul novel Padang Bulan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s