Perjalanan sang pengabdi 3 (Kejang Budaya)

Matahari saat itu memang tak tanggung-tanggung memanggang tubuh ini. Panas yang dipancarkan lebih panas dari panasnya bumi semarang. Walau begitu pelabuhan rasau jaya masih tetap ramai dipenuhi para kuli pengangkut barang bongkar muat dan para penumpang yang hendak mulai perjalanan.
Sesampai disana ku beristirahat di sebuah warung untuk sekedar membeli minuman dingin dan beberapa makanan ringan demi menghilangkan dahaga serta sebagai ganjal perut. Sembari menikmati minuman ku amati aktifitas mereka di pelabuhan kecil ini. Pelabuhan Rasau Jaya merupakan sebuah pelabuhan menepinya perahu-perahu motor ukuran sedang untuk penyebrangan menuju pinang serta untuk transportasi menuju beberapa desa lainnya yang tidak bisa atau sulit ditempuh melalui jalur darat.
Bagiku, pelabuhan ini hanya sekedar tempat untuk berlabuhnya perahu. Namun, tidak bagi para kuli angkut barang disana. Berdasarkan pengamatanku, mereka sangat menggantungkan hidup ditempat ini. Apapun mereka lakukan untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah.

***
Waktu menunjukkan pukul 12.00, ku harus beranjak dari warung untuk menanyakan masjid atau musola terdekat. Ku bertanya kepada sang penjual, keceplosan menggunakan Bahasa jawa
“Bu, masjid caket mriki ting pundi gih?”. Tanyaku
“mriku lo mas,, bujur mawon.” Jawab sang penjual
Betapa kagetnya diriku mendengar jawaban yang tak ku sangka dengan berbahasa jawa pula. Ini Kalimantan, bukan jawa. Namun, mendengar ucapan Bahasa jawa sefasih itu membuatku penasaran. Segera ku beranikan diri untuk bertanya.
“lo, ibu kok saget Bahasa jawa, asli jawa gih?”. Tanyaku penasaran
“gih, mas”. Jawabnya tersenyum
“La jawane pundi?”. Tanyaku lagi
“solo mas asline, tap iwis menetap ning kene, transmigrasi tahun 78”. Jawabnya
“ning kene akeh wong jowo mas, opo maneh daerah sungai bulan..dadi ojo kaget”. Imbuhnya.
Mendengar jawaban ini aku menemukan rasa campur-campur dalam hatiku, Antara kaget, nyesal, dls. Ini Kalimantan sudah ku siapkan semua sebelum menginjakkan kakiku disini. Mulai baca-baca referensi mengenai suku pribumi, hingga belajar kosakata sederhana sehari-hari.
Apakah yang ku alami bisa digolongkan sebagai kejang budaya (read.culture shock)?
Sungai Bulan, 26 November 2013

Advertisements

About ahmadlizam

I'm from menco, wedung, demak.... I like something new and challenging.....
This entry was posted in Kubu Raya, SGI (Sekolah Guru Indonesia) and tagged , , , . Bookmark the permalink.