Baru Bisa Bahasa Inggris, Jangan Bangga dulu!!

oleh: ahmad lizamuddin

Masih dari rangkaian petualangan saya seorang diri minggu lalu (25 agustus 2013) menyusuri kota bogor, saya memiliki pengalaman yang sangat menarik. Saat itu saya sedang berada di jalur pejalan kaki (trotoar) depan Botani Square dengan duduk dipinggiran sembari memandang gagahnya tugu kujang yang dihiasi dengan padatnya lalu lintas.

Sembari duduk menyendiri, sempat saya merenungkan mengapa bisa saya sampai di kota ini? jujur, tidak ada bayangan menjadikan bogor sebagai salah satu tujuan kota singgah sebelumnya. Namun, belum begitu jauh saya memauski renungan, terdengar suara seorang laki-laki yang menyadarkan saya dari lamunan, renungan, “excuse me, may i ask you a direction.. ?” seketika langsung saya pandang wajahnya, ternyata dia seorang warga negara asing. Saya berasumsi dia sedang berwisata di Indonesia. Ada beberapa hal yang mendasari saya beranggapan demikian. pertama, dia dan teman wanitanya membawa backapack. kedua, pakaian keduanya terlihat casual dengan memakai celana pendek dan kaos oblong. ketiga, apa yah?? apa hayo?? 😛 intinya mereka berdua spertinya baru tiba di bogor. heee

merespon pertanyaan tersebut, saya langsung menjawab dengan skill bahasa inggris saya yang pas-pasan dihiasi aksen jawa “yes, please”. Lalu, dia melanjutkan “can you tell me amaris hotel here?”. Sangat kebingungan hendak menjawab apa atas perntanyaan tersebut. Bukan berarti saya tidak bisa bahasa inggris yang menyebabkan saya bingung. Baru tinggal di Bogor, sangatlah wajar jika saya tidak faham dan hafal wilayah kota ini. Saya tidak ingin membuat sang “tamu kecewa” karena saya memposisikan sebagai representasi bangsa indonesia yang suka membantu. “Ok, let me see the complete address”. jawab saya. lalu dia memberikan sebuah amplop dengan kop hotel amaris lengkap dengan alamatnya. setelah menerima amplop tersebut, saya segera bergegas untuk mencari informasi keberadaan alamat tersebut. “Hold on a second here, sir”. jawab saya. melihat sekeliling, saya berinisiatif menanyakan tukang ojek yang sedang mangkal bersama tukang ojek lainnya, tak jauh dari tempat tersebut. saya menyakan kepada salah seorang tukang ojek, mengenai alamat yang tertera pada amplop yakni letak  hotel amaris jalan padjajaran.

Tanpa ucapan apapun, dia langsung menghampiri si bule, menjawab “amaris hotel is near here mister. it’s around one Kilo meter” jelasnya dengan logat sunda. Singkat cerita, kedua WNA tersebut sudah menuju perjalanan mereka ke hotel amaris.

Dari rangkaian peristiwa ini ada sesuatu yang bisa membuat saya merasakan keganjalan. Hal tersebut adalah celetukan dari seorang tukang ojek paruh baya menjawab pertanyaan si bule dengan berbahasa inggris yang lancar. dari sini saya bisa menyimpulkan bahwa seorang bisa berkomunikasi dengan menggunakan bahasa inggris tidak lagi “wah”. hal ini sudah biasa.

Dulu, masih sekitar awal tahun 2000an seseorang boleh bangga karena dengan bisa cas cis cus berbicara menggunakan  bahasa inggris, orang tersebut bisa agak terjamin “hidupnya”. biasanya, skill ini kebanyak dimiliki oleh kaum lulusan perguruan tinggi. Hanya belasan tahun berlalu, “kewahan” itu hilang. Saat ini hampir semua kalangan bisa berkomunikasi dengan bahasa yang notabene banyak dipakai diberbagai negara.

Dampak era global

dengan seiring bertambahnya usia zaman, perubahan dan perkembangan segala aspek kehidupan mulai sedikit demi sedikit sudah bisa dirasakan termasuk perkembangan hubungan interaksi antar manusia. saat ini, wajar sekali ketika melihat banyak warga asing yang berkunjung di lingkungan kita dengan berbagai tujuan mulai wisata hingga bisnis.

Untuk menjembatani agar bisa berkomunikasi dengan mereka, dengan berbagai tujuan pula, banyak orang penduduk lokal mempelajari bahasa inggris. mereka berasal dari semua kalangan mulai dari tukang sayur hingga kalangan para gubernur. sungguh sangat cepat perkembangan di ere global ini.

Dengan bertambahnya waktu, maka akan bertambah pula pengguna bahasa inggris aktif di negeri ini. Sangat dimungkinkan, kelak akan ada penerapan bahasa kedua resmi di negeri ini seperti yang dilakukan beberapa negara yang menggunakan bahasa inggris sebagai “official second language”nya.

pada kesimpulannya, saya coba mengajak merenungkan kembali kepada kita semua, untuk tidak bangga terlebih dahulu dengan mengandalkan bahasa inggris sebagai skill andalannya. sekarang, orang bisa berkomunikasi reguler dengan menggunakan bahasa inggris sudah tidak “wah” lagi.

Advertisements

About ahmadlizam

I'm from menco, wedung, demak.... I like something new and challenging.....
This entry was posted in Bogor, My Opinion, Opini saya and tagged , , . Bookmark the permalink.

One Response to Baru Bisa Bahasa Inggris, Jangan Bangga dulu!!

  1. ahmadlizam says:

    thanks om dedi atas like,, menurut om dedi, gimana menanggapi fenomena semcam ini om?? apa yang musti dilakukan kira2…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s