Optimisme Para Pejuang Pendidikan

Oleh Ahmad Lizamuddin

Membaca buku “Peluh Penawar Rindumu, Indonesia”, yang berisi mengenai kumpulan kisah-kisah pengabdian para senior SGI angkatan ke-tiga membuatku terdiam. Baru tiga judul yang kubuca (surat cinta untuk presiden, anggoro, dan mayang menorah) namun air mata ini tak terasa menetes dengan sendirinya. Aku tidak bisa bertahan lama dalam membaca seperti saat ku membaca buku-buku lainnya. Kisah-kisah yang dituliskan membuatku sedih hingga aku menangis. Sungguh kisah-kisah itu begitu inspiratif, menggetarkan hati, serta memberikan rasa optimis tentang masa depan negriku tercinta, Indonesia yang tak sesuram bayanganku. Kekhawatiranku ini bukan berarti tak berdasar, ketika ku melihat pemberitaan di berbagai media, baik cetak, maupun elektronik, isinya akrab sekali berkaitan dengan kasus korupsi para petinggi, kriminal yang meraja lela, konflik massa, dls.

Aku sangat sedih karena begitu hidupku selama ini sangat lumrah dihiasi kemudahan-kemudahan yang ada masih selalu mengeluh, tidak mensyukuri segala yang ku punya, menyalahkan keadaan dls. Aku juga sering mengumpat bahkan memaki para pemangku kebijakan akan keadaan disekelilingku yang serba ku keluhkan. Alih alih memberikan solusi, terlibat langsung memperbaiki itu semua tidak pernah ku lakukan. Sangat kaget ketika di luar sana ternyata masih banyak orang-orang yang hidup dengan penuh keterbatasan. Betapa bodohnya aku, hanya bisa berkeluh kesah. Apakah ini dampak dari idealism yang biasa ditancapkan dalam diri mahasiswa yang biasa disebut sebagai agent of social change?

Salah satu dari sekian yang dapat menjadi pelajaran bagiku adalah  bahwa aku mulai tersadar, inilah saatnya berhenti berkeluh kesah. Mengambil satu langkah penuh optimisme membangun negeri ini, Indonesia. Akan ku buang jauh-jauh rasa pesimisme yang selalu membayangiku.

“Change does not roll in on the wheels of inevitability, but comes through continuous struggle. And so we must straighten our backs and work for our freedom. A man can’t ride you unless your back is bent.” Teringat betul apa yang pernah di ungkapakan oleh martin luther king saat itu bahwa perubahan tidak turun dari langit seperti halnya hujan. Dibutuhkan perjuangan keras, jiwa, raga atau bahkan harta untuk itu semua.

Oleh karena itu mulai detik ini kita langkahkan kaki kita untuk ikut andil memperbaiki negeri ini. Cukup sudah mencaci, memaki para pemangku kebijakan. Tetap optimis meski pemberitaan di media selalu menggoda kita untuk kembali pesimis.

Alhamdulillah aku yakin bahawa Masih ada optimisme dan antusiasme dalam kisah yang direkam oleh para Pejuang Pendidikan (mujahidin pendidikan) dari  seluruh Indonesia. Kisah-kisah inspiratif mereka sungguh bisa membuat hatiku gemetar, mendorong untuk berteriak “SAYA BISA,, SAYA BISA,, SAYA BISA” sebagai representasi semangatku bahwa aku juga bisa melakukan sesuatu yang serupa dengan mereka. Rasa Optimis yang mereka tebarkan di seluruh pelosok Indonesia itu semakin membuka mataku bahwa negara ini masih banyak sekali memiliki nilai-nilai positif. Masih banyak orang di negara ini yang peduli terhadap kondisi bangsa. Masih banyak orang di negeri ini yang benar-benar berkontribusi memajukan masyarakat dan negaranya. Masih banyak anak-anak muda berpendidikan tinggi yang rela meninggalkan kemapanan mereka demi cita-cita luhur. Semoga semakin banyaknya orang-orang seperti mereka, semakin mampu menyadarkan bangsa ini bahwa harapan itu masih ada.

Bagi kawan-kawanku pejuang pendidikan semuanya, khususnya yang tergabung dalam Sekolah Guru Indonesia angkatan V, Kita harus bertahan dan terus memberikan apa yang kita bisa dan mampu, bukan hanya mengeluh dan menyalahkan keadaan atau malah egois dengan kepentingan diri sendiri. Masihkah ingatkah kalian atas apa yang kusampaikan saat apel tanggal 20 agustus 2013, “kalian ini adalah mujahidin!” yang memperjuangkan kebaikan. Allah bersama kita semua!

 

Bangga menjadi guru

Guru berkarakter

Menggenggam Indonesia

IMG_2540

Advertisements

About ahmadlizam

I'm from menco, wedung, demak.... I like something new and challenging.....
This entry was posted in SGI (Sekolah Guru Indonesia) and tagged , , . Bookmark the permalink.

11 Responses to Optimisme Para Pejuang Pendidikan

  1. Syarif says:

    Selamat berjuang kawan, semoga kridhoaan selalu menyertai kita semua.
    Salam

  2. mukhLes says:

    weleh weleh nang,,,,,
    apik nang… lanjutkan….

  3. anitadeka says:

    Luar biasa! berapi-api om,, insyaAllah M one of them

  4. anitadeka says:

    😀 hanya saya n tutor saya yg tahu :p

  5. ahmadlizam says:

    thanks for the “like” uhud dan bu nita…

  6. meretas batas asa, mengapi-api, lanjutkan co… !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s