NIATKU UNTUK MENGHITBAHMU…..

Semua yang terjadi di masa lalu masih teringat jelas. Ketika kita pertama kali bertemu kemudian saling berkenalan, lalu kau sebutkan namamu dengan lirih “Aisyah” sekitar 4 tahun yang lalu. Kemudian juga di tahun 2011, bertepatan pada bulan hijriyah syawal, kau mengirim undangan untuk walimatul ursy kepadaku. Saat itu ku juga ikut merasa bahagia. Namun, semua itu hilang seakan terhapus badai ketika 2 hari yang lalu setelah sekian lama kita tidak berjumpa, kau ungkap semua apa yang terjadi pada dirimu.

Semula memang aku tidak tahu-menahu dengan apa yang terjadi pada dirimu. Tak kusangka setelah panjang lebar kita mengobrol, sebuah kalimat terucap dari bibirmu:

“saya single parent, mas”

Sejenak, aku merasa linglung terkejut mendengarnya. Lalu ku tanya,dengan nada agak meninggi:

“nuwun sewu, maksudnya pripun gih, ning?”

“njih mas, Alhamdulillah, Allah telah menyadarkan saya dengan cara seperti ini. saya telah memilih orang yang salah.”

Saat itu aku sungguh semakin terdiam mendengarkanmu,

“mulai syawal tahun lalu sampai akhirnya syawal tahun ini saya resmi mengajukan cerai mas. Semuanya sungguh berjalan dengan singkat. Memang awalnya saya tidak berdaya mengalami hal ini. Tapi melihat perjuangan wahidah sejak lahir hingga sekarang saya harus kuat mas. Dulu wahidah lahir premature, hanya dalam usia 7 bulan kandungan. Keadaan ini mengharuskan wahidah dirawat secara intensive di incubator. Semua tidak berakhir disitu saja mas, masih banyak liku-likunya.”

“la bapaknya wahidah ting pundi ning?” ku beranikan diri untuk bertanya.

“entah dimana dia berada, saya tidak tahu, semenjak hamil hingga saya melahirkan, bahkan sampai saat ini, dia menghilang.”

“mohon maaf ning, nuwun sewu, niki masalah pribadine sampean, alangkah lebih baik,,,,” sela ku

“gih mas, boten nopo-nopo, kulo sekalian cerios nopo ingkang kedah di mangertosi, dari pada mas zaki mireng kabar boten jelas di luar sana.”

“oh gih pun, la stelah niki, rencana ning aisyah pripun?” Tanya ku.

“kulo namung ting dalem mawon mas, bantu perjuangan menghidupkan kembali pesantren ingkang semakin hilang santrine. Panci sakniki pesantren salaf pun boten diminati. kaleh kulo pun bertekad akan selalu bahagia bersama wahidah ingkang sampun saget guyu, he….3x, tambah malih umi selalu mendukung nopo ingkang smpun kulo yakini. Abah tambah malih gerahe kados mngkaten. Dadose Kedah dampingi terus.”

“ouh dak gih ning, pun pinten bulan usiane wahidah?” tanyaku dengan nada guyon sbagai pencair suasana.

*****

Itulah semua yang bisa ku tuliskan kembali apa yang telah kau bagi. Melihat keadaanmu, sungguh aku merasa simpati. Entah apa penyebab rasa simpati ini, apakah ini sisa-sisa kesan awal saat pertama kita berjumpa yang tumbuh menjadi cinta? Ataukah karena kehadiran wahidah? Atau apa? Sehingga terbesit untuk menghitbahmu…..

Waallahu a’lam…..

itu lah kata yang tepat, allah lebih tahu mana yang terbaik bagiku, bagimu, bagi kita semua.

Advertisements

About ahmadlizam

I'm from menco, wedung, demak.... I like something new and challenging.....
This entry was posted in cerita-cerita fiksi/fictive stories. Bookmark the permalink.

2 Responses to NIATKU UNTUK MENGHITBAHMU…..

  1. ahmadlizam says:

    terimakasih likenya…

  2. Anita Deckha says:

    That’s oke,, But, I don’t understand the Java language conversation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s